• BERSAMA WANITA

    Masa SMA yang sangat Menyenangkan Pangeran Arif Edition bersama teman-temannya

  • 9 PRAJURIT

    Sembilan Penerus Bangsa dari SMA Negeri 1 Tumpang

  • TRAVELING

    Jalan-jalan ke Cangar Narsis di Sungai

  • P3T Unikama

    Foto Kenangan Kelompok 11 P3T 2008 Universitas Kanjuruhan Malang

  • PPL di SMA

    Foto Kenangan PPL di SMA kota Malang

  • KKN di Desa Kromengan

    Foto Kenangan KKN di Desa Kromengan

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Sholat Taraweh yang Pertama

Minggu, 22 Juli 2012 0 komentar

Perkenalkan namaku Bagus Arif Setyawan, hari ini aku akan menceritakan bagaimana kesanku ketika sholat taraweh di bulan Ramadhan tahun ini.

Malam hari ini, merupakan malam di mana semua umat Islam melukan sholat Taraweh bersama. Salah satunya yaitu sholat taraweh di Desa Sumbersuko. Ketika itu, listrik padam dan aku baru datang, namun kumandang Adzan Isya' terdengar di gendang telinga. Tetapi apa daya, jalanan sepi dan gelap gulita, akhirnya aku makan saja dulu sambil bercakap-cakap dengan ibundaku. Tidak di sangka dan diduga listrik pun menyala akhirnya aku bergegas menuju Masjid yang ada di Desa. Sampailah aku di sana, aku tunaikan ibadah sholat taraweh bersama.

Bapak dari temanku yang menjadi Imamnya. Aku hanya sebagai makmum saja. Namun, sungguh bermakna dan sangat mempesona. Aku sangat bahagia bisa mengambil gambar dari sebagian dari mereka. Di samping ini, terlihat jamaah antusias mengikuti shola Taraweh bersama.

Pada saat di jalan, aku potret diri ini sebagai bukti bahwa aku ada dan merupakan kisah nyata. Anda dapat melihatnya di gambar yang tertera.

Sepulangnya dari masjid, aku bergegas kembali ke rumah. Kemudian ku dengarkan suara Ibunda ku yang sedang melantunkan suara Indahnya. Seperti nampak pada gambar ketika ibunda melantnkan suara Indahnya dengan lantunan ayat-ayat Allah.

nb. gambar menyusul

Malang, 20 Juli 2012

Kisah Cinta dengan Wahyu

Jumat, 08 Juni 2012 1 komentar

KISAH KITA

Dimulai dari sebuah kesempatan berjalan bersama. Diakhiri dengan pandangan mata dan senyuman di bibir. Inilah kisah kita, awal perjumpaanku dan perjalananku denganmu.

Kala itu hujan rintik-rintik, jam diding di kos mati dan cicak di tembok masih saja tetap menataku. Sendiri aku masih saja ada di ruang kosong ini, di tempat kebosanan yang hakiki. Tiba-tiba Hpku berdering, dan kubaca “Gus, ayo jalan-jalan!” itu pesannya dari temanku Trion. Langsung saja aku balas “ke mana..!” . “Ngopi..!” katanya, ia pun menambahkan kata “kamu ntar mbonceng Wahyu.. he he he”. Akupun mengiyakan saja apa yang diinginkannya.

Pergilah aku dari tempat kebosanan yang hakiki itu. Mandilah aku bersama air semilir yang mengguyur tubuhku. Akupun segera mengecek kembali jadi apa tidak rencana yang diajukan Trion. Sambil melihat TV yang menjadi Idolaku OPERA VAN JAVA aku sms dia. Ia pun menjawab jadi tapi “tar ya, nie anak-anak masih siap-siap”, Capek deh dalam hatiku.

Tayangan OPERA VAN JAVA kini tinggal kenangan belaka dan sudah usai. Tiba-tiba Trion masuk, dan kulihat dia masih belum berganti kostum “Kurang asem..!!, jadi g’ se..!!!” dalam hatiku. Kini dia berganti kostum juga, dan segerahlah kami melancarkan rencana menuju lokasi target yaitu lokasi ngopi coy. Dari Kecamatan Sukun menuju Sukarno Hatta di sana hanya numpak lewat saja. Lanjut menuju lokasi paling indah tempat para pahlawan berada yaitu Ijen. Di sana pun penuh dengan bebasahan akibat tukang kebun yang nyiram kembang malam-malam. Menujulah lokasi terakhir tempat kerata api berhenti yaitu stasiun kota lama menjadi tujuan.

Berhentilah kita semua di sana bersama dinginnya malam. Pesanlah aku sebuah minuman kopi jahe hangat untuk aku minum dan yang lainnya nescafe, cappucino, kopi hitam, dsb. Di sana kita saling canda tawa, tiada henti. Hingga seorang pengamen wanita dantang memecahkan tawa di antara kita semua. Dengan lagu yang tak terdengar oleh telinga namun menusuk-nusuk kalbu. Aku masih saja diam waktu itu, kala aku berada di dekatmu. Sebut saja namamu sendiri dalam cerita ini. Entah mengapa kau juga diam padaku. Salah seorang teman tiba-tiba menyahut “gmn kmu kosong aq kosong..!!! he he eh”, mulutku semakin kaku tak mampu berucap lagi.

Andai saja aku mampu katakan suatu kata, mungkin takkan seperti ini. Diam, diam membisu tak berarti. Aku sungguh tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi ketika ku di dekatmu mulutku diam membisu. Andai saja aku menyadari betapa berbedanya engakau dari yang lain. Mungkin ini sebuah kisah kita, perjumpaan yang tidak pernah terduga. Aku hanyalah sesorang yang mencoba ungkapkan rasa, lewat kata karena mulutku membisu jika aku berdekatan denganmu. Mungkin ini memang kisah kita di awal perjumpaan yang tak terduga. Namun aku hanya ingin pehami memang apa artiku bagimu. Inilah kisah kita yang berakhir dengan senyuman di bibirmu.

Inspiration Of Traveled date 21 Malang

KISAH CINTA, (DUA SISI)

Minggu, 25 September 2011 0 komentar


MENIKAHLAH DENGANKU
KARYA BAGUS ARIF SETYAWAN
U & ME
Sekian lama aku mengenalmu, sekian lama pula aku bersamamu. Sungguh begitu banyak kenangan yang aku lalui bersamamu. Sekitar tiga tahun lamanya, semenjak kita saling mengenal. Awal pertemuan kita yang sungguh tak terduga membawa kita jalani kisah asmara. Suka dan duka kita lalui bersama dengan penuh dengan banyak cerita. “Aku sayang dan cinta kamu bersandarlah dipelukku janganlah engakau ragu aku akan menjagamu hingga di ujung waktuku”. Itulah lirik lagu yang ingin aku utarakan kepadamu. Namun entah apa jawabmu aku masih tak tahu. Pertayaan, “Apakah kau mau menikah denganku?” Itulah yang selalu membuatku bertanya-tanya dan menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakannya.
          Tahun ini, merupakan tahun ketiga, bahkan tahun terakhir buat kita bersama-sama. Entah, “Apakah aku harus utarakan padamu apa yang selama ini aku rasakan atau tidak?”Aku sekarang masih bingung memikirkan hal itu. Aku masih ragu apakah kamu benar-benar sayang dan cinta padaku. Masih ada kebimbangan yang begitu dalam yang membayang dalam benakku tentangmu.
          Dalam tidurku aku selalu memimpikanmu menikah denganku. Dengan gaun pengantin serba putih, aku membawamu ke pelaminan. Hanya kita berdua yang menjadi sorotan ribuan mata yang menyaksikan pernikahan kita. Ketika aku mengucapkan janji sehidup semati tiba-tiba aku bangun dan beranjak dari tidurku. Akhirnya, bersambung deh mimpiku. Mimpi itu pun terjadi berulang-ulang setiap kali aku tertidur.
          Aku masih saja memikirkanmu, memikirkan bagaimana sikapmu terhadapku. Memikirkan bagaimana cara aku mengutarakan isi hatiku padamu. Sebenarnya aku sudah memikirkan suasana yang seperti apa yang tepat untuk aku mengutarakannya padamu. Dengan sebuah lantunan lagu yang romantis, dan ditemani bintang-bintang yang bertebaran di langit. Aku memegang tanganmu, engkau menatap mataku, dan engkau dengarkan bibirku bicara “Hanya satu pintaku, menikahlah denganku?, kau pun menjawab sambil tersipu malu “Aku mau..., sayang!
          Nah, seperti itulah kronologis konsep yang aku rencanakan. Apakah terlaksana itu semua tergantung Aku, Kamu dan Tuhan Yang Maha Esa. Sebelum aku memulai strategiku itu, aku mulai persiapkan diri ini. Berubah menjadi lebih dewasa, mencoba belajar menghilangkan egoisme, mencoba mengatur waktu, mencoba belajar hidup bersamamu, mencoba menjaga perasaan hatimu, dan mencoba segalanya agar engkau mau bersamaku. Belajar menjadi lebih dewasa itu merupakan hal yang paling penting untukku, karena aku nanti menjadi seorang pemimpin di dalam keluarga kita nanti (apabila engkau bersamaku). Egoisme yang aku miliki sekarang begitu besar dan aku harus belajar untuk menahannya agar kita tetap bersama bila terjadi pertengkaran. Aku akan belajar untuk hidup bersamamu.
          Sore itu, mentari mulai tenggelam dan burung malam mulai berterbangan di antara pepohonan. Binatang malam lainnya pun mulai beranjak dari sarangannya mencari mangsa. Keputusanku sekarang sudah final dan tidak dapat diganggu gugat lagi. Aku memutuskan akan melancarkan aksi yang selama ini yang aku pikirkan secara matang. Aku ajak ia berjalan menuju sebuah perkampungan di tengah belantara hutan. Di temani nyanyian jangkrik dan katak yang nakal serta lampu cemplok yang selalu bergoyang karena tiupan dinginnya malam. Tak lupa bintang-bintang yang menghiasi langit begitu banyak bertebaran dan ditemani kehangatan cahaya rembulan. Aku pegang tangannya dengan penuh kasih sayang dan aku ucap satu janji untuk menyatukan kita selamanya hanya satu pintaku “Menikahlah denganku?”Sayang...!!!
          Bulan dan bintang tlah menjadi saksi ucapan janjiku padamu dan engkau pun menjawab malu-malu. Walaupun akhinya engkau mau, sungguh tak sia-sia usahaku selama ini tuk dapatkanmu. Akhir dari kisah masih saja tidak aku mengerti masih saja dalam keraguan dalam hati. Mungkin suata saat nanti akan menjadi jelas apa yang sesungguhnya yang akan terjadi. Namun sekarang engkau menjadi miliku seutuhnya, sayang!!!
          Ini semua merupakan akhir dari sebuah cerita cinta antara kau dan aku. Dari pertemuan tiga tahun yang lalu sampai sekarang. Dan semoga kita tetap bersama selamanya, sayang!!!


Rencara Penculikan

Rabu, 13 Juli 2011 0 komentar

ANDAI KUCURI KAU DARI RUMAHMU

Oleh:

Bagus Arif Setyawan

Ini adalah sebuah rencana. Rencana yang aku buat untuk mencurimu dari keluargamu. Bukan untuk main-main atau sandiwara namun ini adalah nyata. Akankah berhasil? Kepadamu aku bertanya?

Pagi ini langit begitu cerah membuat hatiku bergairah. Tepat pukul 08.00WIB aku berencana untuk menculikmu dari rumahmu. Semua itu terserah padamu apakah engkau mau atau tidak? Ah.., itu semua tak jadi soal kamu pasti mau karna akulah sang pangeranmu. Namun apa kata orang tuamu tentangku. Itu yang tak ku tahu!

Nah, begini rencananya engkau siapkan semua perlengkapanmu yang ingin kau bawa dan aku tunggu di belakang rumahmu. Belku kubunyikan tiga kali itu tanda aku datang dan siap pergi. Terserah kau apa asalasanmu untuk pergi denganku kepada orang tuamu. Yang aku mau kau ikut denganku.

Setelah engkau ikut denganku jangan kau tanyakan apa-apa tentang rasaku. Karna aku tak mau tahu semua itu. Yang ingin ku tahu hanyalah betapa besar cintamu padaku. Cintaku padamu sudahlah pasti lebih dari cintamu. Kemudian semua tlah berjalan dengan lancar dan akan kuajak berjalan ke pantai Balikambang. di sana kita saling canda tawa, hilangkan semua beban di dada. AA...aaaaaaaaaaaa!! itu teriakan kita di laut lepas tepian pantai. Plong rasanya.

Semua rasa damai di dada. Nah, ketika hatimu tak kacau lagi. Akan ku katakan rasa cinta ini dan kau pun terima dengan hati terbuka walaupun terpaksa namun kau memang cinta. Aku mulai bahagia, kau pun juga. Kini kita menjadi sepasang kekasih yang saling mencinta. Walaupun semua hanya dalam anganku saja.

Kisah kita berjalan sesuai rencana dan engaku kupulangkan sekitar pukul tiga sore. dan kulihat di rumahmu orang tuamu menunggumu dengan hati was-was. Aku pun bergegas pulang dan berpamitan. Semua telah terjadi, semuanya telah terlanjur marah biarlah, biar. Namun kita tetap bersatu.

Orang tuamu pun akhirnya menyetujui hubunganmu denganku. Ow, sungguh bahagianya engkau dan aku. Tiada kata lagi selain kata Semoga bahagia selamanya.